Jakarta (ANTARA News) – Vino G Bastian benar-benar mendalami tokoh Wiro Sableng yang diperankannya. Bahkan, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari sosok tersebut.

Bagi Vino, Pendekar yang dijuluki “Naga Geni 212” ini adalah sosok yang rendah diri. Dia tidak mau memperlihatkan kehebatannya di hadapan orang-orang. Sekilas cerita  Akting pria yang menikah dengan Marsha Timothy ini dalam film perdananya tersebut membuat Erwin Arnada, direktur Rexinema, untuk memasang kembali Vino dalam film Catatan Akhir Sekolah (2005) arahan sutradara Hanung Bramantyo.

Dengan arahan sutradara Upi Avianto, Vino bermain dalam film Realita, Cinta dan Rock’n Roll (2006). Film produksi Virgo Putra Film tersebut dibintanginya bersama Herjunot Ali dan Puteri Indonesia Nadine Chandrawinata.

Tawaran film pun menyusul secara deras kepadanya, diantaranya Pesan Dari Surga (2006) dan remake Badai Pasti Berlalu 2007 (2007). Ia meraih penghargaan FFI sebagai Best Actor dan penghargaan Indonesian Movie Awards sebagai Favorite Actor, Best Couple, dan Favorite Couple (bersama Fahrani) untuk perannya dalam Film Radit dan Jani.

Tahun 2009, Vino berhasil menggeser Tora Sudiro dari puncak dan menempati peringkat pertama aktor film Indonesia dengan bayaran termahal dan terbaik sepanjang sejarah (Indonesia’s Highest-Paid Actor) dengan honor Rp 250 Juta per film.

Tahun 2013, Vino G. Bastian untuk kali pertama dalam kariernya di dunia seni peran bermain sinetron bernapaskan religi yang berjudul “Hanya Tuhan-lah Yang Tahu” pada Bulan Suci Ramadan. Ia memerankan tokoh Ustaz Zen yang ditugaskan oleh Kyai Din berdakwah di sebuah desa yang dihuni oleh para penjahat.

Gaya Hidup ‘Si Aksi 212’

“Pelajaran hidup yang paling gampang adalah Wiro Sableng itu pendekar yang sangat membumi. Dia pendekar tapi tidak seperti pendekar, dia menyembunyikan kekuatannya dan menutupi kelebihannya. Jadi, orang enggak akan tahu kalau dia pendekar sebelum dia beraksi,” ungkap Vino kepada Antara di Jakarta, Kamis (23/8).

Menurut Vino, sikap yang dimiliki Wiro sangat pantas diterapkan di dunia nyata. Wiro juga mempraktekkan ilmu padi, yang semakin berisi akan semakin merunduk.

“Ini memang sangat berhubungan dengan dunia nyata. Kita lihat justru orang yang semakin punya ilmu atau orang yang punya kemampuan yang luar biasa, dia malah semakin menunduk dan tidak menunjukkan kehebatannya,” terang suami Marsha Timothy itu.

Vino melanjutkan, “Jadi kalau suatu saat saya punya ilmu tinggi, saya juga harus belajar dari Wiro Sableng yang tidak sombong.”

Vino G Bastian belajar ini dari Wiro Sableng“. 24 Agustus 2018 (Maria Cicilia/ Antara)