Bupati Nikson Nababan Memimpin Bangkitnya Industri Pariwisata Taput

Adanya industri pariwisata di suatu daerah sebenarnya sangatlah penting. Selain agar daerah tersebut menjadi terkenal, dana yang mengucur untuk pemerintah di daerah tersebut pun akan mengalir. Hal tersebut karena dengan terkenalnya wisata di daerah tersebut, maka wisatawan pun akan tertarik berkunjung. Bupati Nikson Nababan pun tak ingin melewati kesempatan tersebut. Maka dari itulah, ia ingin membangkitkan kembali industri pariwisata di Tapanuli Utara ini.

Kabupaten yang dipimpin oleh Nikson Nababan ini, selalu identik dengan sebutan kota wisata rohani. Hal tersebut dikarenakan adanya Salib Kasih yang tampak megah berdiri di Siatas Barita. Ikon tersebut menggambarkan tentang kisah penyebaran agama Kristen di wilayah tanah Batak. Kabupaten yang beribu kota Tarutung ini telah berdiri sejak tanggal 5 Oktober 1945. Daerah tersebut sekarang telah terdiri dari 15 kecamatan, 241 desa, dan 12 kelurahan.

Pada saat pertama mencalonkan diri sebagai Bupati Tapanuli Utara, Bupati Nikson Nababan memang mengusung tema “perubahan” di dalam visi dan misinya. Dan ketika beliau sudah terpilih dan menjabat, visi misi tersebut akhirnya diteruskan sebagai perubahan yang sesungguhnya untuk daerah Taput. Lalu, terbentuklah misi “Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan, Lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta Daerah Wisata”. Dan salah satu yang ditekankan oleh Bupati, selain sektor pertanian, juga sektor pariwisatanya. Karena daerah Taput sangatlah berpotensi sekali.

Sektor pariwisata di daerah Tapanuli Utara ini telah lama vakum karena sudah cukup lama tidak memiliki perkembangan apapun. Di masa kepemimpinan Bupati Nikson Nababan inilah akhirnya sektor pariwisata benar – benar ingin dihidupkan kembali. Meski Tapanuli Utara telah memiliki Salib Kasih sebagai wisata yang tersohor, tetapi wisata rohani tersebut masih begitu – begitu saja. Dan hal tersebut tentunya menjadi hal yang patut diperhatikan guna melestarikan sejarah yang ada. Karena jika tidak segera diambil tindakan, hal bersejarah tersebut akan benar – benar hilang termakan zaman.

Bupati Nikson Nababan sangat menyayangkan tempat pariwisata di Tapanuli Utara ini yang dibiarkan terkubur begitu saja. Padahal sebenarnya Taput memiliki sejumlah tempat wisata yang bagus. Contohnya seperti Air Soda, Pemandian Air Panas Sipoholon, Huta Ginjang, dan masih banyak lagi. Meski beberapa wisata masih tampak indah dan bagus, bukan berarti tempat – tempat tersebut tidak perlu dikembangkan. Karena tempat wisata pun harus dibangun se unik mungkin agar para wisatawan tertarik untuk berkunjung. Disini, Bupati mengarahkan staf – stafnya untuk merombak dengan kreatifitas masing – masing agar tempat tersebut terlihat menarik.

Cara pertama dari Bupati Nikson Nababan untuk menghidupkan sektor pariwisata adalah dengan menggandeng dan memberdayakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah  atau Dekranasda Kabupaten Taput. Hal tersebut merupakan teknik yang jitu untuk memperkenalkan secara langsung tentang Tapanuli Utara. Nyonya Satika Simamora dengan Dekranasda pun merencanakan ide yang sangat brilliant untuk mengembangkan seperti kerajinan tangan, guna mendukung pembangunan sektor pariwisata ini. Telah tercipta beberapa jenis makanan ringan yang berhasil diciptakan oleh mereka berdua dengan label “Kriuk Ta”. Selain itu, terdapat bumbu – bumbu instan yang diberi label “Sira Bumbu” yang banyak terjual.

Selain kerajinan ringan, Bupati Nikson Nababan juga memberi ide gemilang yaitu mengenalkan produk ulos hingga ke dunia Internasional. Caranya adalah dengan mengikutsertakan produk ulos yang sudah dimodifikasi dengan baik ke event – event. Akhirnya, produk ulos pun ditampilkan di pagelaran Asian Model Festival, Jakarta Fashion Week, dan juga Indonesian Fashion Week. Hal tersebut tentunya tidak luput dari kerja keras Sang Bupati untuk mengembangkan produk ulos tersebut. Dengan begini, produk ulos akan lebih dikenal dan akan membuat pendapatan tambahan bagi masyarakat Tapanuli Utara.